Genap 3 tahun umurku saat ini. Sambil memangkuku, ayahku bertanya kepadaku,
“adek, kalau sudah besar mau jadi apa?” Jawabanku saat itu, “aku mau seperti
ayah.” Mendengar itu, dia hanya mengusap kepalaku dan tersenyum. Kemudian aku
digendongnya.
***
5 tahun telah berlalu. Sore ini aku
bermain basket sendirian. Tak lama kemudian ayah datang dan menemaniku bermain.
Ia mengajarkanku cara melempar bola. Bangganya aku. Ternyata ayahku sangat
pintar bermain basket. Hari semakin gelap. Azan maghrib segera berkumandang,
kami pun beranjak pulang.
“Yah, besok sore kita bisa bermain
bersama lagi, kan?” tanyaku dengan penuh harap.
“Besok ayah kerja lembur. Kamu bermain saja dengan teman-temanmu.”
Jawabnya yang masih mengenakan seragam kerja.
“Oke!” ucapku dengan penuh semangat.
Suatu
hari nanti aku pasti bisa sepertimu.
***
Ayahku telah pensiun dari pekerjaannya.
Aku pun telah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki. Pagi tadi ayah
menelponku.
“Assalamu’alaikum, gimana kabarmu, nak?”
tanya ayah.
“Wa’alaikumussalam. Alhamdulillah aku
baik-baik saja yah,” jawabku.
“Kapan kalian bisa berkunjung ke sini?”
tanyanya lagi.
“Belum tau, yah. Aku juga berharap bisa
ke sana. Tapi saat ini Rifki sedang sakit. Aku tidak bisa meninggalkanya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar